Selasa, 11 Oktober 2016

A little throwback

Hi, it feels good to be back, after losing some friends in blog because i never post anything.... i decided to write again. Gue baru saja tiba dari kerja lembur, tepatnya pukul 9:44 malam. Nggak tahu kenapa belakangan ini gue selalu pengen nulis dan terpikir buat buka blog lagi. Setelah satu minggu lalu niat gue cuma berujung di login, karena tiba-tiba muncul kecoa pas mau mulai nulis. Malam itu kemudian berakhir dengan gue semprotin obat serangga di sekeliling kasur berharap kecoa itu nggak akan datang lagi dikehidupan gue. are you still reading until this part? enough for that story, lets change the topic.

Siang hari tadi gue ngantuk banget. Semenjak selalu lembur tiap hari, setiap siangnya gue pasti ngantuk dan memutuskan makan siang cepet supaya bisa tidur paling nggak 15-30 menit. Tapi siang tadi, setelah makan siang, gue iseng mainan HP. Kebiasaan banget, setiap buka HP bawaanya cek instagram, setelah scroll sekian lama, gue sadar bahwa instagram udah mulai membosankan buat gue.  Selain gue emang mulai bosen dan sayang sama kuota, gue akhirnya buka-buka galeri HP. Ditambah gue inget kalau memori udah mulai habis, gue perlu memusnahkan beberapa foto. Gue akhirnya sadar bahwa foto di galeri sudah hampir 3 ribu, mayoritas isinya foto-foto hasil kepo koleksi designer-designer di beberapa fashionweek dari tahun ke tahun, sampai foto-foto hasil bukti transfer bekas online shopping. Tapi bukan foto-foto itu yang bakalan gue bahas kali ini. Gue ngeliat beberapa foto yang menarik perhatian gue. Foto-foto gue wisuda, foto gue sidang, bahkan video gue nangis saat dinyatakan gue lulus sidang. 

Sedikit cerita tentang video gue sidang. Saat gue diminta untuk menandatangani berkas pernyataan gue telah melakukan sidang, dosen penguji gue tiba-tiba mengeluarkan HP-nya buat ngerekam gue. Gue nggak tahu kenapa saat gue diminta membaca itu keras-keras, rasanya gue mau nangis. Semua ingatan tentang perjuangan gue, kesakitan dan kebahagiaan yang pernah terjadi selama 4 tahun pop up gitu aja. Muncul tanpa diminta, ngga melibatkan gue untuk memberikan izin atau tidak. Gue bahkan nggak bisa membaca kalimat yang tertera di surat pernyataan itu dengan baik, gue cuma nangis aja gitu. Gue masih sangat ingat, dosen penguji gue saat itu senyum dan bilang " nggak apa-apa, adzwa ". Gue ngerasa, kata-kata sesederhana itu cukup untuk jadi compliment buat gue setelah 4 tahun yang gue lalui, gue nggak akan meneruskan dengan kata-kata jatuh bangun, dangdut abis. 

video itu bahkan sukses membuat gue nangis lagi, dan membuat gue kembali ke ingatan-ingatan sebelum sidang. Bagaimana ternyata gue menikmati proses pembuatan skripsi. Saat gue kecil, gue cuma tahu kalau skripsi itu pusing dan dikerjakan oleh orang-orang yang berkuliah setelah nonton FTV atau sinetron. Tapi gue nggak pernah bener-bener tahu, skripsi tuh kaya apa sih? selama ini semua orang satu dunia selalu bilang bahwa skripsi itu gila. banget. Tapi pada kenyataanya gue menikmati proses itu dengan baik. Satu saran gue buat yang belum ambil skripsi, lo mesti cari topik yang lo suka banget. Saat itu, skripsi gue tentang 'cemburu' hahaha... buat kalian yang cewek-cewek pasti ngerti banget kan kenapa gue sangat enjoy mengerjakan skripsi ? 

Saat gue lempar lagi ingatan gue ke hal-hal yang lebih jauh, gue inget banyak hal. Fakta bahwa adzwa yang dari TK sampe SMA paling anti belajar, akhirnya mau belajar saat dia kuliah. Juga fakta gimana temen-temen kuliah seberusaha itu bikin si adzwa ini mau belajar dan mengerjakan tugasnya dengan baik. Hal itu membuat gue sadar bahwa saat gue kuliah, gue bertemu banyak orang-orang keren yang mau menularkan sedikit kebiasaan baiknya untuk gue. Sekarang, gue kangen orang-orang itu. Orang-orang yang bersama gue di meja yang sama, didepan laptop dari pagi sampai pagi lagi. bersedia jadi bahu buat satu sama lain ketika tiba waktunya mengantuk setelah seharian penuh mengerjakan tugas. Juga becanda-becanda super receh yang sebenernya nggak ada lucu-lucunya, tapi entah kenapa kalau lagi capek, bawaanya ketawa aja gitu bahkan sampai gak bisa berhenti. Serta orang-orang yang mau mentolerir gue menggambari buku catatan kuliah gue setelah gue bener-bener capek dengering dosen ngomong dan selalu bilang " wa, lo bakal jadi designer satu saat nanti " believe it or not ya guys, seperti apapun nantinya takdir gue, kata-kata kalian itu membuat gue merasa tenang. 

Rasanya sedih ya, ketika udah melempar ingatan sampai sejauh itu, gue harus balik lagi, kesini. Ketempat dimana gue tidur-tiduran di sofa pada jam istirahat kerja. Sudah hampir tiga bulan wisuda gue terlaksana, bahkan sudah tiga bulan gue kerja. Percaya nggak sih? gue nunggu wisuda bahkan dari hari pertama gue mulai kuliah. Rasanya? kaya seabad. Tapi sekarang, gue nggak lagi kurang tidur karena tugas, gue sekarang kurang tidur karena deadline kerjaan. Belakangan gue banyak mengeluh, mungkin karena gue belum beradaptasi. Tapi insiden buka galeri HP hari ini membuat gue sadar. Pekerjaan yang gue jalankan sekarang adalah jawaban atas doa-doa gue empat tahun lalu, saat gue pertama kali dapet invitation Jakarta Fashion Week. Saat itu gue bilang " bertahap gue akan semakin dekat. waktu gue SMA gue cuma baca berita Jakarta Fashion Week di majalah, hari ini gue berhasil dapet invitationnya, suatu hari nanti gue akan ada di backstage " . 

Kali ini, perjuangan lembur tiap hari gue ya demi kata-kata gue waktu itu, demi di bulan ini gue bakalan ada di backstage Jakarta Fashion Week. Sudah waktunya gue berterimakasih dan meminta maaf telah banyak mengeluh. Belajar dari waktu yang terlalu cepat berlari dan tak pernah bersedia menunggu, 

sepertinya satu-satunya pilihan hanya terus berlari. 
kalau capek, ya wajar. kita hanya perlu berjalan. 
tapi tidak untuk berhenti, karena waktu tak pernah mau memberikan tolerant.


selamat malam, hari ini tidur dulu... 
besök mari kita berlari lagi.


gimanaaa....? udah asik kan closing gue. hahaha